Daily


Image

Pernah dengar istilah tersebut? 😀 Ya, sederhana nya, mood booster itu adalah sesuatu yang bisa membuat kita menjadi mood. Pernah ngerasain ga, pengen tiduuurrr melulu, pengen leha2 melulu, ga pengen ngelakuin apa-apa karena lagi ga mood. Pokoknya jadi pemalas banget lah. Nah mood booster ini bisa ngehilangin itu semua. 😉

Tiap orang punya mood booster yang beda-beda. Tergantung dari individu nya masing-masing. Kalau saya, biasanya “make” mood booster itu di pagi hari. Bagi saya, mood booster saya adalah

1. Shalat shubuh berjamaah di masjid
Kalau ketiduran sampe ga sempat shalat shubuh berjamaah di masjid, hati ini rasanya amburadul. Kaya ga semangat untuk ngelakuin sesuatu. Nah, shalat shubuh berjamaah, bagi saya merupakan mood booster yang maknyosss..

2. Baca quran
Nah ini juga sepaket sama yang nomor 1 diatas. Kalau habis shalat shubuh berjamaah, terus belum baca quran,, biasanya ada yang hampa di hati ini

3. Lari pagi
Kalau ini, mood booster yang cukup dahsyat nih. Selain bikin badan keringatan, badan lebih segar, kalau sudah lari pagi, mau ngelakuin apapun langsung mood.

4. Bergerak
Ini mood booster alternatif buat saya, kalau dari 3 hal diatas ada yang ga dikerjain, terutama yang lari pagi. Kalau lagi puasa misalnya, agak susah untuk lari pagi, karena harus hemat2 cadangan energi untuk bisa “survive” sampai maghrib. Nah, biasanya kalau ga bisa lari pagi, saya selalu memaksakan diri untuk bergerak. Entah jalan keluar kamar, entah nyapu, entah nyuci, pokok nya gerak lah.

Nah, ini mood booster bagi saya. Kalau belum pada nemuin mood booster nya, segera cari deh. Dijamin, hidup ini bakal lebih hidup.. 😉

Advertisements

Sudah suatu rutinitas bagi saya, setiap senin pagi saya berangkat dari jkt-bdg untuk mengajar, bisnis dan aktifitas produktif lainnya. Karena saya harus tiba di bandung selambat2 nya pukul 10.00. Supaya bisa berhemat (fyi, tiket baraya 50ribu, cipaganti 100ribu) saya memilih naik travel baraya yg jam 6.00. Begitu sampe pool baraya, petugas pun mengatakan “yang jam 6.00 ga berangkat mas”. Hmmm.. saya pun kembali ke travel andalan saya, CIPAGANTI. Walaupun lebih mahal 2 kali lipat, kenyamanan dan kepastian keberangkatan lebih jelas.

Ya memang ada harga ada kualitas. Tapi dalam banyak hal, kita juga yang “melanggar” istilah tersebut. Dan pagi ini pun saya kembali diingatkan oleh istilah tersebut. =)

cancelled2Karena ada suatu urusan penting yang harus diselesaikan di Jakarta, saya sudah merencanakan untuk kembali ke Jakarta kamis malam, sehingga hari jumat saya punya waktu 1 hari dan bisa menyelesaikan beberapa urusan di Jakarta. Khawatir tidak kebagian travel Bandung Jkt, kamis sore pun saya segera pesan travel untuk keberangkatan jam 21.00. Segala pikiran pun sudah berputar untuk memikirkan agenda di hari jumat.

Kamis ba’da maghrib tiba-tiba saya di telepon oleh salah seorang partner saya dan dia mengajak meeting hari Jumat pukul 14.00. Dan beliau mengatakan “Kalau bisa kita kebut Jumat, Sabtu, Minggu, Senin pak. Karena kita harus kejar target.” Mendengar komentar seperti itu, saya pun menyimpulkan bahwa agenda meeting dadakan ini tidak bisa di cancel. Dan dengan sangat berat hati, terpaksa saya cancel keberangkatan saya ke Jakarta kamis malam, dan membatalkan semua agenda di Jakarta.

Di hari Jumat siang, saya sudah stand by di kantor, dan menunggu pukul 14.00. Pukul 14.30 partner saya ini tak kunjung datang, saya pun segera sms partner saya “Pak, kita jadi meeting siang ini?” Dan beliau pun membalas, “Wah, pak.. Maaafff sekali saya lupa kalau ada meeting hari ini. Bagaimana kalau kita reschedule hari senin siang?”

@#$%^&(*)_(*^&%$%^&*()(*^&%$

angry_emoticon

Marah, kesal, jengkel, dongkol hati ini setelah baca sms itu. Sudah mengorbankan beberapa agenda penting di Jakarta demi meeting dadakan ini, dan ternyata di cancel. Hmmmmm… saya pun harus mengelus-elus dada dan terus memaksa hati dan pikiran ini untuk tidak mengeluh. Dan akhirnya tertulis lah postingan ini… hehehe. But, dari kejadian hari ini saya pun belajar 2 hal

  1. Sabar >> 1 kata yang mudah diucapkan namun bagi beberapa orang susah untuk diimplementasikan, termasuk saya. 😦
  2. Tepati janji >> Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi saya bahwa jangan pernah ingkari janji. Tepati waktu, karena orang lain bisa jadi telah melakukan banyak pengorbanan untuk menepati janji kita juga.

Demikian tulisan hati ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa ku yang berlimpah ini. Amin…

relationshipPagi ini cukup menyenangkan bagi saya, mendapat suatu ilmundi lapangan dimana ilmu tsb biasanya saya ajarkan di kelas. Customer Relationship. Yapz.. itulah ilmu yg saya dapatkan pagi ini dari seorang ibu penjual nasi uduk.

Ceritanya begini, pagi ini seperti biasa setelah lari pagi saya selalu menyempatkan diri untuk beli sarapan dulu sebelum pulang. Tujuan nya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendapatkan asupan gizi dari sarapan. 😀 Hampir setiap hari saya beli sarapan di ibu nasi uduk ini, dan alangkah sedih nya saya begitubsampe di tempat nasi uduk, antrian si ibu lagi penuh, dan masih harus membungkus pesanan nasi belasan bungkus. 😦

Melihat antrian yang sepanjang itu, saya sempat berpikir untuk membatalkan sarapan dan pulang dalam keadaan perut kosong. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk tetap bertahan bersabar menunggu giliran dilayani. Kira-kira 1 menit setelah saya memutuskan untuk mengantri, tiba2 ibu nasi uduk ini sudah menyerahkan sebungkus nasi uduk kepada saya. Alangkah kagetnya saya. Bahkan saya sampai bertanya 2 kali ke si ibu “bu, ini pesanan saya?” Ternyata saya ga perlu ngantri bermenit2 sesuai yang saya bayangkan. Si ibu memprioritaskan saya dan mem bypass antrian untuk melayani saya terlebih dahuki. Dan isinya pun sesuai dengan yang saya inginkan (karna biasanya pesan nya itu2 aja hehehe). Wow.. ini baru super pelayanannya. More than my expectation. Kalau boleh ngasih rate dengan range 1-4, saya pasti ngeklik 4 pada saat itu. 🙂

Yah, itu mungkin sekilas cerita sederhana yang dapat merepresentasi kan ilmu customer relationship. Kenapa saya bilang kejadian ini adalah representasi dari customer relationship, karena ada 2 hal yang dilakukan si ibu, pertama memprioritaskan saya yang berarti bahwa si ibu membayar loyalitas yang saya berikan kepada si ibu, dan yang kedua adalah menyajikan nasi uduk dengan isi sesuai dengan yang biasanya saya pesan yang berarti bahwa si ibu merekam behaviour saya setiap saya beli nasi di si ibu. Yah, itulah cerita sederhana dari sebuah relationship marketing. Semoga bermanfaat. 🙂

image

image

image

Sudah suatu rutinitas bagi saya jumat malam adalah saatnya untuk pulang ke jakarta. Namun ada yang berbeda semalam. DiSaat saya tiba di jakarta raisha sudah tertidur pulas. Namun beberapa saat kemudian raisha terbangun dan mengajak ayah nya bermain. Ohhh yeeeaaaa.. disaat lelah bekerja ketika pulang diajak anak bermain dulu.. baiklah,i’m happy to serve you my dear 🙂

ilmuPagi ini ketika bangun tidur, tiba2 saya mendapatkan notifikasi message dari FB, ternyata ada mahasiswa yang bertanya

“selamat malam pak,dari materi yg dulu bpk ajarkan dikelas perihal,jangan berbisnis di angin sepoi. yg sy mau tnykan adakah parameter untuk menentukan sebuah usaha di angin sepoi tersebut?”

Jujur saya rada kaget dan bingung dengan pertanyaan mahasiswa ini. Kaget karena ini adalah materi kuliah 2 semester yang lalu, dan bingung karena saya sudah rada lupa dengan istilah “angin sepoi”. Tapi alhamdulillah 30 menit kemudian saya paham apa yang saya maksud dengan angin sepoi-sepoi pada saat itu. Sebelum lupa, saya tulis di blog saja apa itu angin-sepoi-sepoi, supaya kalo nanti saya lupa lagi minimal ada yang bisa saya baca. Kata pepatah kan, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. 🙂 *Tulisan angin sepoi-sepoi bisa diklik di sini 🙂 *

Aktifitas berbagi ilmu ini memang luar biasa, ketika kita punya ilmu, bagikan ilmu itu dengan orang lain. Jangan biarkan ilmu itu diam di diri kita, biarkanlah ilmu itu mengalir ke orang-orang lain dan bahkan ketika kita lupa tentang ilmu tersebut, mungkin akan ada orang yang tetap mengingat-ingat ilmu tersebut. Sehingga ilmu tersebut akan tetap hidup walaupun tanpa sepengetahuan kita. So, berbagilah ilmu sebanyak-banyak nya.

Sudah hampir 1 bulan ini aktifitas baca saya berkurang. Tenaga pikiran dan waktu lebih habis untuk mengerjakan thesis. Dan apa yang terjadi dengan berkurang nya aktifitas baca ini? Saya merasa miskin knowledge, kuper dan sulit sekali untuk berimajinasi. 😦

Ya memang benar, dengan membaca knowledge kita akan bertambah, kita lebih update berita, dan ketika ingin berbagi, kita banyak bahan untuk dibagi. Sengaja ngurangin aktifitas baca, karena dengan baca topik non thesis, thesis pasti terbengkalai.. hahaha..

Ayolah thesis, lekaslah selesai, biar saya bisa tenang baca2 buku lagi.. 🙂

Next Page »