Corat coret


postingan 175Setelah posting tulisan terakhir, tetiba muncul notifikasi seperti gambar diatas.. Yeeaayyy.. Akhirnya tercapai juga postingan ke 175 ini. Tapi ini masih terbilang lambat sih. Tau kenapa? Karena umur nya blog ini sudah 7 tahun lebih. Jadi kalau dihitung rata-rata per tahun berarti cuman 25 tulisan, sebulan cuman 2 tulisan. 15 hari untuk buat 1 tulisan. Oh noooo..
Tapi mudah-mudahan saya rajin menulis lagi. Doain yaaa 😀

Video ini menunjukkan betapa anak kita adalah peniru yang ulung. Mereka merekam semua apa yang dilakukan oleh orang tua nya. Mereka belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga wajar jika mereka benar-benar melakukan plagiat atas apa yang mereka lihat. Untuk itu, sebagai orang tua kita wajib memberikan contoh yang baik kepada anak-anak kita. Supaya yang direkam oleh mereka adalah perilaku-perilaku yang baik

 

 

Tept seminggu yang lalu, bapak jokowi resmi akan menjadi calon presiden dari PDIP. Seketika itu juga, berbagai media mulai dari yg profesional sampe amatir berceloteh. Ada yang pro, ada yang kontra.

Saya sendiri memandang pencalonan jokowi yang saat ini masih tercatat sebagai gubernur DKI ada pro nya dan ada kontra nya. Hehehe

Pro
Saya pro dengan pencalonan Jokowi, karena pertama, beliau ini so far, cukup kongkret kerja nya. Orang nya pun ga banyak bicara, tapi banyak kerja. Kedua, dengan menjadi presiden, tentu beliau lebih kuat bargaining nya untuk “mengubah” Indonesia menjadi lebih baik. Ketiga, pencalonan Jokowi sebagai presiden ini seperti “memutus” rantai generasi senior, seperti megawati, prabowo, aburizal bakrie, dsb. Setiap generasi pasti ada pemimpin nya. Setiap pemimpin, pasti ada era nya. Dan sepertinya gaya kepemimpinan Jokowi, cocok untuk era sekarang. 🙂

Kontra
Disamping pro, saya juga kontra. Kenapa? Karena Jokowi belum selesai rampungkan Jakarta. Banyak program-program Jokowi yang sedang bahkan baru akan terlaksana, yang perlu pengawalan ketat dari Jokowi. Menurut salah satu pegawai pemprov DKI,beliau agak kecewa dengan pencalonan Jokowi ini, karena seperti lepas tanggung jawab. Dan yang lebih dikhawatirkan lagi, bisa jadi program-program bagus Jokowi nantinya tidak bisa berjalan sesuai harapan Jokowi.

Yaaahhh.. pro dan kontra diatas hanyalah hasil pemikiran saya pribadi, setelah menerawang membaca reaksi dari berita maupun masyarakay. Pesan saya satu, semoga Jokowi bukan boneka dari partai yang berkepentingan negatif. Amin.. 🙂

image

Pikiran yg penat dan jenuh tidak bisa kita pelihara. Karena akan berpengaruh pada produktifitas. Hari sabtu minggu lalu, saya bersama kekuarga kecil saya dan tim perusahaan saya pergi ke puncak, bogor. Kami memilih wisata puncak karena puncak adalah tempat wisata gunung yg paling dekat dari jakarta. Mengingat wisata puncak adalah wisata yang cukup “favorit” bagi masyarakat jakarta. Kami harus persiapkan dengan baik itinerary kami jauh-jauh hari sebelumnya. Googling sana sini ga nemu yang oke. Akhirnya dengan pengetahuan ala kadarnya via google, beserta info jam buka tutup puncak kami pun membuat itinerary sebagai berikut

Sabtu
06.30-08.30 perjalanan jakarta puncak
08.30-09.30 sarapan di cimory mountain view (gagal, karna ternyata kalo dari arah bogor, kita ketemu taman wisata matahari dulu baru cimory mountain view. Saran: ke cimory river side aja)
09.30-10.00 otw ke taman wisata matahari
10.00-13.00 wisata di taman wisata matahari + makan siang
13.00-14.00 otw ke hotel seruni
14.00-23.59 stay di hotel seruni (makan malam delivery KFC)

Minggu
00.00-11.30 stay di hotel seruni (keliling, berenang, fitness dan lain2)
11.30-12.30 otw ke puncak pass
12.30-12.45 otw masjid taawun
12.45-13.30 shalat di masjid taawun
13.30-13.45 otw makan di sate PSK (1km ke arah atas dari masjid taawun)
13.45-15.15 makan siang
15.30-17.45 otw jakarta

Dengan bikin itinerary seperti diatas, alhamdulillah ga kejebak macet sampe berjam2, karena sesuai dengan jalur buka tutup.

Image

Pernah dengar istilah tersebut? 😀 Ya, sederhana nya, mood booster itu adalah sesuatu yang bisa membuat kita menjadi mood. Pernah ngerasain ga, pengen tiduuurrr melulu, pengen leha2 melulu, ga pengen ngelakuin apa-apa karena lagi ga mood. Pokoknya jadi pemalas banget lah. Nah mood booster ini bisa ngehilangin itu semua. 😉

Tiap orang punya mood booster yang beda-beda. Tergantung dari individu nya masing-masing. Kalau saya, biasanya “make” mood booster itu di pagi hari. Bagi saya, mood booster saya adalah

1. Shalat shubuh berjamaah di masjid
Kalau ketiduran sampe ga sempat shalat shubuh berjamaah di masjid, hati ini rasanya amburadul. Kaya ga semangat untuk ngelakuin sesuatu. Nah, shalat shubuh berjamaah, bagi saya merupakan mood booster yang maknyosss..

2. Baca quran
Nah ini juga sepaket sama yang nomor 1 diatas. Kalau habis shalat shubuh berjamaah, terus belum baca quran,, biasanya ada yang hampa di hati ini

3. Lari pagi
Kalau ini, mood booster yang cukup dahsyat nih. Selain bikin badan keringatan, badan lebih segar, kalau sudah lari pagi, mau ngelakuin apapun langsung mood.

4. Bergerak
Ini mood booster alternatif buat saya, kalau dari 3 hal diatas ada yang ga dikerjain, terutama yang lari pagi. Kalau lagi puasa misalnya, agak susah untuk lari pagi, karena harus hemat2 cadangan energi untuk bisa “survive” sampai maghrib. Nah, biasanya kalau ga bisa lari pagi, saya selalu memaksakan diri untuk bergerak. Entah jalan keluar kamar, entah nyapu, entah nyuci, pokok nya gerak lah.

Nah, ini mood booster bagi saya. Kalau belum pada nemuin mood booster nya, segera cari deh. Dijamin, hidup ini bakal lebih hidup.. 😉

3

Dalam menjalankan usaha, untung rugi adalah konsekuensi. Ketika kita melakukan usaha dan untung, keluh kesah spertinya susah untuk keluar dari mulut ini. Namun sebaliknya, ketika usaha yang kita bangun merugi, mungkin kita akan memiliki banyak alasan untuk menyesali apa yang kita bangun ini.

Tapi ingat, dibalik suatu kerugian, pasti ada pembelajaran. Bagi saya, mau usaha untung, mau usaha rugi, 3 hal berikut ini harus tetap tumbuh dan bertambah.

1. Network / Shilaturahmi

Dalam berbisnis, mustahil kita bisa menjalankan bisnis itu sendiri. Kita pasti berhubungan dengan supplier, customer, tetangga usaha, karyawan, dan orang-orang lain yang berada di sekeliling kita. Nah, dalam kondisi usaha bangkrut ataupun untung, shilaturahim dengan orang-orang ini tidak boleh hilang tenggelam oleh waktu. Harus terus bertambah.. bertambah.. dan bertambah.. Uang boleh hilang, toko boleh tutup, tapi shilaturahim jalan terusssss…
2. Skill / Knowledge

Dalam menjalankan usaha pun, kita pasti membutuhkan Knowledge dan skill. Ketika usaha bangkrut, knowledge ataupun skill yang kita dapatkan harus tetap melekat pada diri kita. Ga boleh hilang, malah harus bertambah.

3. Integritas

Nah, ini adalah poin yang harus sangat diperhatikan. Pada saat kita mengalami kerugian, pasti beban kita semakin berat. Mulai dari mikirin karyawan yang jadi menganggur, mikirin hutang investor, ataupun hutang-hutang yang lain. Saking beratnya permasalahan-permasalahan pada saat bangkrut ini, tidak sedikit pengusaha yang malah kabur dari masalah bahkan mungkin ada yang sampai sakit jiwa. Bagi saya, Integritas adalah sesuatu yang harus kita pertahankan sampai mati. Bahasa tentara nya adalah “HARGA MATI” hehehe. Dalam kondisi rugi, integritas kita sangat dipertaruhkan, bangkrut nya bisnis bisa menghancurkan integritas kita, bisa juga menjadi “batu lompatan” untuk melejitkan integritas kita. So, apapun kondisi usaha kita, integritas diri kita harus terus bertambah.

3 hal diatas adalah hal-hal yang (seharusnya) terus tumbuh dalam kondisi usaha apapun. 😉

Pernah dengar istilah diatas? Yeaahhhh.. istilah yang sudah sangat sering kita dengar, bahkan mungkin sebagian dari kita juga “pelaku” nya. Termasuk saya., hihi

Sadar atau tidak, banyak keluarga-keluarga muda jaman sekarang menjadi pelaku LDR ini. Istri nya tinggal di kota mana, suami nya tinggal di kota mana. Bahkan ada yang lebih parah lagi, sampai beda negara lhoo.. hihi. Alasan klasik dari LDR ini biasanya adalah pekerjaan. Dimana suami dan istri sama-sama bekerja.

Lantas, apakah LDR ini baik? Baik tidaknya LDR ini tergantung bagaimana kita menjalaninya. Ada plus nya ada negatif nya. Bagi saya, plus nya adalah saya lebih fokus untuk bekerja. Mau rapat sampai tengah malam, ga perlu minta ijin istri untuk bukain pintu. So, waktu kerja nya lebih maksimal. Negatif nya, tidak menikmati kebersamaan keluarga di weekdays.

Terus, mau terus LDR? Sebagai pasangan yang normal, saya yakin semua pelaku LDR tentu tidak ingin LDR selamanya. Termasuk saya dan istri. 🙂 Bagaimanapun juga, keluarga adalah pondasi utama kita dalam meraih masa depan, termasuk masa depan anak-anak kita. =)

Next Page »