fb

Cukup surprise saya membaca salah satu “friend FB” saya. Beliau adalah seorang abdi negara yang bekerja untuk suatu institusi negeri ini. Memang tidak jelas sih status nya ini tentang apa. Tapi perkiraan saya, jalur karier beliau tidak senormal yang lain. Emang bisa gitu? Bisa banget broooo.. Terlepas dari apa yang terjadi pada “friend FB” ini, mari kita ambil hikmah nya.
Di dunia institusi swasta ataupun negeri, percaya atau tidak, karier kita cukup dipengaruhi oleh siapa atasan kita. Kalau atasan kita pengen kita “jalan di tempat”, setinggi apapun kompetensi kita, kemungkinan nya cukup besar untuk kita “mandeg” karier nya. Kalau kita berjuang untuk nunjukin ke atasan bahwa kompetensi kita layak untuk di promosikan, nanti dibilang penjilat. Kalau ga ngomong, kompetensi kita ga keliatan. Nah lho, bingung kan? Gimana coba?
Bukannya saya membela profesi pengusaha lho ya, menurut saya pribadi, profesi pengusaha adalah profesi yang jalur karier nya paling adil. Kenapa? Karena ibarat suatu pertandingan, jenjang karier pengusaha itu seperti full body contact tanpa protector. Kemajuan usaha nya tergantung dari kompetensi pribadi nya. Ga butuh embel-embel, sarjana, master, doktor, lulusan SD pun selama kompetensi nya mumpuni, pasti bisa survive jadi pengusaha. Selain itu market juga yang akan menentukan prestasi nya. Dan market itu susah untuk dikendalikan kecuali oleh tingkat layanan perusahaan nya sang pengusaha ini.