Beberapa hari yang lalu saya membuat status di FB saya tentang niat saya untuk tidak golput. Dalam hitungan jam, komen pun memperkaya status di FB saya ini. Mulai dari komen iseng sampai komen serius mempromosikan partai tertentu. Yaaa.. saya sih berterima kasih sudah padanpromoai di statua saya tersebut. Namun bagi saya, saya bukan memilih partai nya, tapi saya milih caleg nya. Berikut adalah kriteria caleg bagi saya

1. Usia antara 35-45 tahun
Usia diantara 35-45 tahun menurut saya adalah usia ideal untuk menjadi caleg. Kalau boleh pinjam bahasa nya pak Habibie, usia ini adalah usia transisi. Usia “hub” antara generasi muda dan generasi tua. Kalau kurang dari 35 thn nyaleg, menurut saya terlalu prematur, masih ijo2,belum matang. Kalau lewat dari 45 tahun, ke-tua-an, terlalu jauh jeda nya dengan generasi muda nya.

2. Tingkat pendidikan
Tugas anggota legislatif adalah mengawasi kinerja lembaga eksekutif pemerintah. Namanya juga mengawasi, harusnya pengawas ini memiliki tingkat pendidikan minimal sama dengan yang diawasi. Kenapa? Tak perlu kita pungkiri, pendidikan itu membentuk pola pikir. Kalau yang diawasi saja minimal S1, masa yang ngawasi lulusan SD? Ga nyambung nanti cara berpikir nya. Ga satu frekuensi. Yang ada gontok-gontok an ga jelas.

3. Riwayat pekerjaan bagus
Saya melihat riwayat pekerjaan, karena jangan sampai anggota legislatif ini menjadi mata pencaharian mereka karena pekerjaan existing gaji nya lebih kecil daripada anggota legislatif. Bagi saya, anggota legislatif ini pengabdian. So, riwayat pekerjaan yang bagus, memungkinkan mereka memiliki kemampuan finansial existing yang bagus juga. Dan riwayat pekerjaan yang bagus, juga merepresentasikan kinerja mereka bagus juga.

4. Riwayat organisasi bagus
Riwayat organisasi ini juga jadi kriteria penting bagi saya untuk memilih caleg. Di badan legislatif itu mereka bukan bekerja sendiri, mereka akan bekerja secara tim. Perbedaan pendapat adalah makanan sehari-hari mereka. Aktifis organisasi, pasti lebih siap untuk menjado anggota legislatif dibanding yang bukan aktifis organisasi. Organisasi itu berbeda dengan pekerjaan, sebagai aktifis organisasi tentu motivasi mereka bukan sekedar mendapatkan gaji, bahkan mungkin malah keluar dana pribadi untuk organisasi tersebut.

5. Punya background politik
Ini juga wajib dimiliki oleh seorang anggota legislatif. Karena politik itu tidak ada rumus nya, idealisme bisa kandas ditengah jalan jika tidak tahu metode penerapannya. Politik itu seni, bukan ilmu pasti. Orang yang tidak terbiasa berpolitik bukannya malah perform di kancah politik, tapi malah kaget dan terjerembab di lautan politik. So, background politik harus dimiliki oleh caleg yang akan saya pilih nanti.

Lima kriteria tersebut tentu pro dan kontra, sangat subjektif dan tidak perlu diperdebatkan. Tiap orang punya kebebasan untuk menentukan kriteria nya masing-masing, termasuk saya. HehehešŸ˜€