image

Escape dari rutinitas adalah suatu strategi bagi saya untuk bisa tetap bertahan di rutinitas. Lho koq bisa? Iya donk, sebelum kita jenuh dengan rutinitas, kita harus keluar dulu dari rutinitas untuk selanjutnya kita ber “rutinitas” lagi dgn kondisi yg lebih fresh.

Bulan lalu saya sempat “stress” ketika ingin mengajak beberapa tim perusahaan saya untuk escape dari routinity. Bagaimana tidak stress? Perusahaan saya ini bergerak dalam bisnis internet, dimana kesediaan internet harus terjamin 7days 24 hours. Sementara di sisi lain, saya harus mengescape kan tim saya dari rutinitas, supaya tidak jenuh sekaligus memberikan reward atas loyalitas tim saya dalam membangun perusahaan ini.

Akhirnya dengan perhitungan worst case dan best case, diputuskan lah kita harus”escape” dari rutinitas ini dan kita antisipasi resiko2 terburuk nya. Diantaranya
1. Kantor beserta server kami titipkan pada relasi kami yg sangat kami percaya. Hal ini kami lakukan, jika pada saat kami tinggal, ternyata server mati, kami punya “perpanjangan tangan” yg bisa kami remote dari jauh.
2. Handphone call center kami bawa, sehingga setiap ada yg menghubungi call center, kami dapat handle dengan baik.
3. Berdoa pada Allah SWT, agar koneksi internet kami tidak ada masalah baik pada saat kami tinggal “escape” maupun setelah balik dari escape.

Dan akhirnya escape pun terwujud, tgl 15-16 maret lalu kami berhasil “escape” ke puncak dengan mulus. Walaupun ada beberapa gangguan, kami dapat komunikasikan dan selesaikan dengan baik. Terimakasih ya Allah. Semoga “escape” kami minggu lalu dapat menjadi perekat shilaturahim kami, dan mengobati kejenuhan kami. Amiiinnn..đŸ™‚