3

Dalam menjalankan usaha, untung rugi adalah konsekuensi. Ketika kita melakukan usaha dan untung, keluh kesah spertinya susah untuk keluar dari mulut ini. Namun sebaliknya, ketika usaha yang kita bangun merugi, mungkin kita akan memiliki banyak alasan untuk menyesali apa yang kita bangun ini.

Tapi ingat, dibalik suatu kerugian, pasti ada pembelajaran. Bagi saya, mau usaha untung, mau usaha rugi, 3 hal berikut ini harus tetap tumbuh dan bertambah.

1. Network / Shilaturahmi

Dalam berbisnis, mustahil kita bisa menjalankan bisnis itu sendiri. Kita pasti berhubungan dengan supplier, customer, tetangga usaha, karyawan, dan orang-orang lain yang berada di sekeliling kita. Nah, dalam kondisi usaha bangkrut ataupun untung, shilaturahim dengan orang-orang ini tidak boleh hilang tenggelam oleh waktu. Harus terus bertambah.. bertambah.. dan bertambah.. Uang boleh hilang, toko boleh tutup, tapi shilaturahim jalan terusssss…
2. Skill / Knowledge

Dalam menjalankan usaha pun, kita pasti membutuhkan Knowledge dan skill. Ketika usaha bangkrut, knowledge ataupun skill yang kita dapatkan harus tetap melekat pada diri kita. Ga boleh hilang, malah harus bertambah.

3. Integritas

Nah, ini adalah poin yang harus sangat diperhatikan. Pada saat kita mengalami kerugian, pasti beban kita semakin berat. Mulai dari mikirin karyawan yang jadi menganggur, mikirin hutang investor, ataupun hutang-hutang yang lain. Saking beratnya permasalahan-permasalahan pada saat bangkrut ini, tidak sedikit pengusaha yang malah kabur dari masalah bahkan mungkin ada yang sampai sakit jiwa. Bagi saya, Integritas adalah sesuatu yang harus kita pertahankan sampai mati. Bahasa tentara nya adalah “HARGA MATI” hehehe. Dalam kondisi rugi, integritas kita sangat dipertaruhkan, bangkrut nya bisnis bisa menghancurkan integritas kita, bisa juga menjadi “batu lompatan” untuk melejitkan integritas kita. So, apapun kondisi usaha kita, integritas diri kita harus terus bertambah.

3 hal diatas adalah hal-hal yang (seharusnya) terus tumbuh dalam kondisi usaha apapun.😉