flying-cartoon-eagleHari itu si elang dan si ayam masih baru beberapa hari menetas dari telurnya sedang belajar terbang bersama. Si elang mencoba mengepakkan sayap nya, terbang sedikit kemudian jatuh lagi. Si ayam pun sama, si ayam mencoba mengepakkan sayapnya, terbang sedikit kemudian jatuh lagi. Dua sahabat ini terus belajar bersama-sama untuk bisa terbang. Ketika si elang sudah mulai bisa terbang, dan si ayam belum bisa terbang, si elang kembali turun ke bawah untuk membantu dan mengajari sahabat nya terbang.

Hingga akhirnya mereka masuk ke dalam kandang sapi. Di sana 2 sahabat ini melihat beberapa ekor sapi yang makan enak, makan jagung, rumput dan makanan vegetarian yang lezat. Si ayam berkata kepada sahabatnya, elang, “Hai Elang, coba lihat sapi itu. Betapa nikmatnya hidup si sapi ini. Punya ‘rumah’ yang teduh, makanan lezat datang dengan sendirinya, tanpa harus bekerja ekstra keras. Aku mau seperti sapi itu..” Si elang pun menyangkal niat sahabat nya tadi “Hai ayam, hidup itu harus kerja keras. Ga bisa kita hidup enak dengan hanya bermalas-malasan, kita harus kerja keras agar hidup kita enak “. Si ayam menimpali, “Ga mau ah, saya pengen hidup enak kaya sapi, kalo kamu ga mau ikut, ya udah”.

Akhirnya si elang melanjutkan belajar terbang dan pergi meninggalkan si ayam tadi. Beberapa waktu kemudian si elang sudah tumbuh besar dan sudah bisa terbang di langit yang biru, dan si ayam tumbuh semakin besar dan tetap tinggal di ‘rumah’ sapi tersebut. Hingga suatu hari si ayam mendengar majikan nya bicara pada anaknya “Siang ini kita akan makan ayam goreng”. Si ayam pun panik, dia berusaha kabur dari kandang sapi tersebut, tapi gagal. Mau melompati pagar sapi juga ga bisa karena ga bisa terbang. Dan akhirnya dipotong lah si ayam tadi dan berakhir di meja makan sebagai ayam goreng. Sementara si elang terbang dengan gagah dan bebas melintasi langit yang biru.

Ada 3 pelajaran yang dapat kita pelajari dari cerita ini

1. Jangan terlena dengan suatu kenyamanan

2. Bekerja keras tidak akan berakhir sia-sia

3. Bergeraklah bebas, agar dapat menikmati kehidupan mu sendiri.

 

Inspired by Prof Rhenald Kasali