Beberapa hari yang lalu saya terlibat dalam diskusi dengan teman kuliah, sampai dengan saat ini, kebetulan salah satu dari mereka masih berkutat dengan dunia pendidikan dan belum pernah kecemplung di dunia kerja. Hal yang wajar apabila beliau masih meraba-raba dunia kerja yang belum dimasuki nya tersebut.

Tertarik dengan diskusi yang makin hangat, saya pun ingin menyampaikan pandangan saya tentang dunia kerja (based on my experience ya…😀 ). Entah apakah sudah ada yang pernah terpikir ini atau belum. Banyak sekali profesi-profesi dalam dunia kerja. Tentunya masing2 profesi memiliki kelemahan dan kelebihan masing2. Termasuk lahan / efek kinerja mereka pun juga berbeda dari masing2 profesi.

Setelah saya pikir2 dan saya perhatikan, ternyata untuk bisa memberikan efek yang sangat besar dan luar biasa bagi masyarakat yang sangat luas ada 3 profesi. Yaitu: pengusaha, akademisi (intelektual/ilmuwan), birokrat.

Mengapa saya katakan 3 profesi ini berpotensi untuk memiliki efek yang besar?? Karena lingkungan di profesi inilah yang sangat kondusif bagi mereka untuk dapat berpikir secara luas, lintas perusahaan, lintas propinsi bahkan lintas negara. Lingkungan profesi yang mempersilahkan kita berpikir bebas dan tanpa tekanan dari pihak lain.

Pengusaha: Seperti yang kita ketahui bersama, pengusaha adalah orang yang menciptakan perusahaan. Karena perusahaannya sendiri, pengusaha bebas mengarahkan perusahaan nya. Pengusaha memiliki otoritas yang sangat tinggi dalam mengambil keputusan terhadap perusahaan nya. Percaya atau tidak, seorang pengusaha dapat merubah budaya, pemikiran dan arah suatu masyarakat (boleh dibaca negara). Pengusaha memiliki potensi untuk membuat konsumen nya cerdas atau kurang cerdas, sehat atau kurang sehat. Dalam suatu sistem masyarakat, keberadaan pengusaha tidak dapat dipandang sebelah mata. Pengusaha tidak punya atasan yang dengan mudah mem-block pikiran pengusaha. Pengusaha yang sudah berhasil dalam membangun kerajaan bisnis, akan memiliki senjata yang ampuh untuk mengarahkan masyarakat, bahkan mungkin negara ini.

Akademisi: Akademisi adalah ilmuwan. Tanpa ilmu, hancur sudah dunia ini. Kemajuan akan terhambat dan tidak dapat mengimbangi pergerakan abad. Akademisi memang dituntut untuk melakukan riset dan riset.. Menemukan temuan2 baru, pemikiran2 baru adalah salah satu tugas mereka. Mengapa bisa berefek luar biasa bagi masyarakat?? Karena hasil2 riset tersebut apabila diterapkan dan memberikan hal positif bagi masyarakat, maka masyarakat tersebut akan mengalami perkembangan yang lebih baik. Tidak hanya itu, seorang akademisi, juga dituntut untuk menjadi pendidik. Pendidik yang akan “memproduksi” bibit-bibit yang unggul. Semakin tinggi kredibilitas seorang pendidik, semakin unggul hasil didikan nya. Dan semakin banyak orang2 terdidik berkualitas yang terlahir dari universitas-universitas.

Birokrat: Birokrat adalah regulator atau pemerintah. Mereka adalah para pengetuk palu kebijakan negara ini. Sekuat2 nya goyangan di lini bawah (masyarakat), kalau regulator tidak mengubah kebijakan, ya ga ada perubahan. Kebijakan negara memiliki kekuatan yang luar biasa bagi masyarakat. Masyarakat yang maju, tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan birokrat mereka. Begitu pula sebaliknya.

3 profesi tersebut apabila dapat terintegrasi dengan baik, saya yakin 100%, negara kita akan memiliki kekuatan yang luar biasa. Tapi ingat, 3 profesi ini pasti perlu profesi-profesi pendukung. Bagi Pengusaha, mereka perlu profesi karyawan untuk bisa menggerakkan perusahaan mereka. Bagi Akademisi, mereka perlu mahasiswa untuk dapat membantu riset mereka. Bagi birokrat, mereka perlu tim (TNI, POLRI dan PNS) yang bisa membantu mengimplementasikan kebijakan mereka.

Nah bagi kawan2 yang memang belum tau mau berprofesi sebagai apa, mungkin tulisan ini bisa dijadikan salah satu msaukan. Oh iya, tulisan ini saya tulis, bukan bermaksud untuk membanding2 kan profesi. Semua profesi memiliki kelebihan dan kekurangan. So, segera pilih lah profesi yang memang sesuai dengan bidang anda.