kasih ibu

Kasih ibu.. Kepada beta..
tak terhingga sepanjang masa…
Hanya memberi.. Tak harap kembali…
Bagai Sang Surya menyinari dunia…

Masih ingat lagu diatas??🙂

Sosok seorang Ibu sangat berarti bagi kita semua… Ibu yang melahirkan kita ke dunia….
9 bulan ibu kita menggendong kita kemana2.. Berjalan lebih berat, tidur yang tak leluasa beliau jalani.. Hingga memilih2 makanan demi mencukupi kebutuhan vitamin dan gizi bayinya…. Pada saat melahirkan Nyawa pun beliau pertaruhkan… Setelah lahir , kita masih sangat perlu bantuannya…. Mulai mata kita terbuka hingga tertutup kembali, ibu kita melayani kita… Mulai mata kita tertutup hingga terbuka kembali, ibu kita melindungi dan menjaga kita… Tahun demi tahun berlalu, kita pun beranjak remaja dan dewasa…. Banyak dari kita yang lengah akan kasih sayang nya..
Seperti contoh berikut,

Di suatu daerah hidup lah seorang ibu di rumahnya yang sangat sederhana… Anak nya sudah berkeluarga dan hidup beberapa blok dari rumah ibunya….  Tiap bulan anak ini mengirimkan uang pada ibunya untuk keperluan sehari2 ibunya…. Tak hanya itu, beberapa hari sekali, si anak ini pun mengirimkan pakaian kotor untuk di cucikan oleh ibunya… Masya Allah, seorang ibu diperlakukan seperti tukang cuci pribadi yang digaji bulanan… Tahun demi tahun berlalu… Ibu ini tetap melakukan “tugas” nya tanpa mengeluh sama sekali. Apabila si anak ini lupa memberikan uang bulanan pada ibu nya. Ibunya tidak mengeluh dan tidak menagih, tetapi, dengan usianya yang sangat senja, si ibu tetap menjalankan “tugas cuci” nya… HIngga suatu sore si ibu memberanikan diri untuk pinjam uang ke tetangga nya, hanya untuk meminjam uang Rp. 2000,-.. Tetangga bertanya “Uang dua ribu untuk apa Bu?” Si ibu menjawab, “Untuk membeli supermi, saya belum makan dari tadi pagi”. Dan 2 hari kemudian, si ibu meninggal dan anak nya tidak sempat memuliakan ibu nya… Masya Allah…

Ada lagi suatu cerita klasik…

Dahulu ada seorang yang kayaraya menantang seorang pemuda… “Wahai pemuda, kalau kamu bisa membawa hati ibu mu padaku, aku akan kasih kamu uang sebanyak yang kau minta”. Tawaran yang menggiurkan ini, memacu hormone adrenalin si pemuda. Si pemuda ini segera berlari ke rumah, diambil nya pisau dan ditikam lah ibu nya… Dadanya dibelah, perutnya di sobek dan hatinya diambil… Dengan kondisi yang masih segar, hati ini di bawa si anak ke orang kaya tersebut..  Di tengah perjalanan, tiba2 si anak terjatuh dan hati ibu nya pun ikut terjatuh… Dengan Berlumuran pasir, kerikil, dan debu, tiba2 hati ini berkata pada si anak “Wahai anak ku… Apakah kamu baik2 saja??”.. Seketika badan si anak ini bergetar… Penyesalan luar biasa muncul didirinya… Sudah dibunuh, koq masi perhatian sama anak nya. Sebagai balasan, si anak ini ingin membunuh diri nya sendiri.. Di hunuslah pisau yang tadi telah menghunus ibunya… Ketika pisau sudah terhunus, si hati ibu ini pun berkata lagi “Wahai anakku.. Jangan lah kau bunuh diriku dua kali.. Jika kau membunuh dirimu sendiri, itu sama dengan kau membunuh diriku…”

Masya Allah… Betapa mulia nya hati seorang ibu… Kasih sayangnya yang tak terbatas… Cintanya yang tak terbatas… Pengorbanannya yang tak terbatas… Menggugurkan ribuan alasan untuk tidak memuliakannya…

Wahai sahabat, bersyukurlah kita yang masih memiliki orang tua… Selagi mereka masih hidup, muliakanlah mereka… Ciumlah tangannya dengan penuh rasa cinta…

Mumpung beliau masih hidup!!!

Jagalah hatinya… Hormatilah dirinya… Cintai lah dirinya…

Mumpung beliau masih hidup!!!

Lindungilah dia… Bahagiakan lah dia… Jangan kau sakiti hatinya….

Muliakan lah ibu mu, jika kau ingin sukses dunia dan akherat… !!!

Allahummaghfirli waliwalidayya warkhamhuma kamaa rabbayani saghira.. 

Semoga kita termasuk golongan orang2 yang memuliakan orang tua kita… Amin..

Samarinda, 300809 09:13 

*inspired by Ustadz Yusuf Mansyur @Metro TV*