Sudah sering kita denger n liat, kalo ternyata sugesti dari dalam diri sangat berpengaruh pada kesembuhan penyakit seseorang. Nah, ini ada satu riset yang cukup menarik buat aku share di blog ini…

Para peneliti di Universitas Ohio melakukan penelitian tentang pengaruh amarah terhadap penyembuhan, dengan melibatkan 98 partisipan yang dikasi luka kecil pada badannya. Pada awal penelitian, para partisipan juga di lakukan psikotest untuk dikelompokkan berdasarkan “skala kemarahan”. Nah, hasilnya sungguh menakjubkan, ternyata orang yang sering marah, mengalami penyembuhan yang lebih lama dibanding partisipan yang mudah mengendalikan emosi.

Koq bisa ya?? Ternyata, pemarah itu akan mengeluarkan hormon stress/kortisol yang tinggi. Dan hormon stress ini dapat menurunkan dua jenis protein cytokines yang berfungsi untuk penyembuhan…

Nah,lho… makanya, mulai sekarang… belajarlah untuk mengendalikan emosi panjenengan..  Mengendalikan bukan dipendam lho ya… Kalo dipendam mah, malah bahaya.. Tai, “disalurkan” dengan baik… Ok… Moga bermanfaat…🙂