Uncategorized


Terpaku badan ini menatap waktu..

Detik demi detik berlalu..

Tak sedetik pun menggugah ku..

 

Wahai Sang pengatur waktu..

Berikan petunjuk Mu..

Adrenalinku mengadu..

Jantungku memacu…

 

Ribuan mimpi menanti ku…

Menunggu gerak langkah nyataku..

quran1

Disaat engkau masi kecil dulu…

Aku kau bawa dengan hati2..

Kotor sedikit, kau usap aku dengan lemah lembut..

Senang rasanya, mendapat perhatian ekstra dari si empunya… ^_^

 

Ketika aku tergeletak di tanah…

Kau pindahkan aku ke meja yang jauh lebih bersih..

Serasa kau tak tega melihat ku sejajar dengan kaki meja..

Bahagia rasanya, ketika kau tempatkan aku ke tempat yang jauh lebih “mulia”.. ^_^

 

Tiap lembaran ku, kau baca dengan merdu…

Kau ayunkan nada nya hingga mengalunkan nada yang indah….

Tiap lembaranku kau buka dengan penuh cinta…

Tiap ayat kau nikmati dan kau resapi maknanya…

Setelah kau baca, kau tutup aku dengan lembut..

Tak lupa kau akhiri dengan senyum dan ciuman mesra bibir manismu…

 

Tiap pagi kau bawa aku ke surau..

Kau baca aku dengan hati2, laksana pembangkit energi mu di pagi hari..

Sore hari, kau bawa aku ke masjid bersama teman2mu..

Tiada lagi yang kau lakukan, selain mengkaji dan memahami ku..

 

Perlahan tapi pasti..

Waktu demi waktu mulai merenggut usia mu…

Kau kini lebih peduli pada dunia mu..

 

Kau kini lebih senang menyerahkan nasibku pada lemarimu…

Kau biarkan aku tergeletak dibalik kaca lemari…

Terpaksa berdiri tegak kokoh, terhimpit di antara buku2 yang lain..

 

Yang dulu kau buka aku tiap hari, sekarang seminggu skali pun belum tentu…

Yang dulu kau baca aku dengan penuh sensasi….

Sekarang kau baca dengan lirih bak ogah bersenandung bersamaku lagi….

Kini kau lebih semangat menghabiskan waktumu bersama majalah2 yang hampa…

Bermalam dengan Buku2 yang tak bermakna….

Kau lebih memilih komik, novel, buku2 duniawi menghiasi mejamu…..

Sementara aku…

yang mengandung ayat2 suci pencipta Mu, kau campakkan begitu saja dibalik kaca lemarimu,..

 

Terkadang, kau jadikan aku mahar bagi pernikahan mu…

Agar pernikahan mu “terlihat” lebih Islami…

 

Ketika Ramadhan tiba, aku sedikit berbahagia…

Karna engkau mulai menjamah ku lagi…

Mulai mengeluarkan ku keluar dari almari…

Tapi sayang…  Itu hanya berlaku di awal bulan Suci…

Selanjutnya, kau kembali ke “dunia mu” lagi…

Senang nya diriku, ketika kau target kan bisa mengkhatamkan ku di bulan suci…

Tapi pedih diriku, ketika kau biarkan aku berdebu termakan waktu…

 

Wahai hamba Allah…

Tidak kah kau melihat noda2 debu mulai menyelimutiku…

Tiada kepedulian sedikitpun darimu…

Aku pun mulai usang dimakan oleh waktu…

Badanku mulai rapuh oleh kutu…

 

Wahai Hamba Allah…

Aku rindu sentuhan kasih sayangmu…

Aku ingin seperti dulu lagi..

Selalu mendampingi mu, dan menjadi referensi hidupmu…

Kemanapun kau pergi, aku selalu berada disamping mu…

 

Aku yang merupakan kumpulan petunjuk Rabb mu, serasa ingin menangis..

Apalah arti nya aku di dunia ini…

Bila manusia2 pada mencampakkan ku seperti ini….

Tidak pentingkah kehadiran ku disini, sehingga kalian tidak memprioritaskan aku lagi…

Ya Allah… Apa yang terjadi dengan hamba Mu???

Tidak sadarkah mereka…

Bahwa di tiap lembaranku, terkandung deretan ayat suci dari Mu…

Ayat suci yang akan menyelamatkan hamba2 Mu…

 

Ya Allah….

Apa yang harus kulakukan???

Haruskah aku terus berdiam diri di balik almari ini…

Hanya sebagai hiasan rumah, agar suasana rumah terlihat lebih islami???

 

Semoga mereka mendengar jeritan ku ini…

@my inspiration room, 160909

kasih ibu

Kasih ibu.. Kepada beta..
tak terhingga sepanjang masa…
Hanya memberi.. Tak harap kembali…
Bagai Sang Surya menyinari dunia…

Masih ingat lagu diatas?? :)

Sosok seorang Ibu sangat berarti bagi kita semua… Ibu yang melahirkan kita ke dunia….
9 bulan ibu kita menggendong kita kemana2.. Berjalan lebih berat, tidur yang tak leluasa beliau jalani.. Hingga memilih2 makanan demi mencukupi kebutuhan vitamin dan gizi bayinya…. Pada saat melahirkan Nyawa pun beliau pertaruhkan… Setelah lahir , kita masih sangat perlu bantuannya…. Mulai mata kita terbuka hingga tertutup kembali, ibu kita melayani kita… Mulai mata kita tertutup hingga terbuka kembali, ibu kita melindungi dan menjaga kita… Tahun demi tahun berlalu, kita pun beranjak remaja dan dewasa…. Banyak dari kita yang lengah akan kasih sayang nya..
Seperti contoh berikut,

Di suatu daerah hidup lah seorang ibu di rumahnya yang sangat sederhana… Anak nya sudah berkeluarga dan hidup beberapa blok dari rumah ibunya….  Tiap bulan anak ini mengirimkan uang pada ibunya untuk keperluan sehari2 ibunya…. Tak hanya itu, beberapa hari sekali, si anak ini pun mengirimkan pakaian kotor untuk di cucikan oleh ibunya… Masya Allah, seorang ibu diperlakukan seperti tukang cuci pribadi yang digaji bulanan… Tahun demi tahun berlalu… Ibu ini tetap melakukan “tugas” nya tanpa mengeluh sama sekali. Apabila si anak ini lupa memberikan uang bulanan pada ibu nya. Ibunya tidak mengeluh dan tidak menagih, tetapi, dengan usianya yang sangat senja, si ibu tetap menjalankan “tugas cuci” nya… HIngga suatu sore si ibu memberanikan diri untuk pinjam uang ke tetangga nya, hanya untuk meminjam uang Rp. 2000,-.. Tetangga bertanya “Uang dua ribu untuk apa Bu?” Si ibu menjawab, “Untuk membeli supermi, saya belum makan dari tadi pagi”. Dan 2 hari kemudian, si ibu meninggal dan anak nya tidak sempat memuliakan ibu nya… Masya Allah…

Ada lagi suatu cerita klasik…

Dahulu ada seorang yang kayaraya menantang seorang pemuda… “Wahai pemuda, kalau kamu bisa membawa hati ibu mu padaku, aku akan kasih kamu uang sebanyak yang kau minta”. Tawaran yang menggiurkan ini, memacu hormone adrenalin si pemuda. Si pemuda ini segera berlari ke rumah, diambil nya pisau dan ditikam lah ibu nya… Dadanya dibelah, perutnya di sobek dan hatinya diambil… Dengan kondisi yang masih segar, hati ini di bawa si anak ke orang kaya tersebut..  Di tengah perjalanan, tiba2 si anak terjatuh dan hati ibu nya pun ikut terjatuh… Dengan Berlumuran pasir, kerikil, dan debu, tiba2 hati ini berkata pada si anak “Wahai anak ku… Apakah kamu baik2 saja??”.. Seketika badan si anak ini bergetar… Penyesalan luar biasa muncul didirinya… Sudah dibunuh, koq masi perhatian sama anak nya. Sebagai balasan, si anak ini ingin membunuh diri nya sendiri.. Di hunuslah pisau yang tadi telah menghunus ibunya… Ketika pisau sudah terhunus, si hati ibu ini pun berkata lagi “Wahai anakku.. Jangan lah kau bunuh diriku dua kali.. Jika kau membunuh dirimu sendiri, itu sama dengan kau membunuh diriku…”

Masya Allah… Betapa mulia nya hati seorang ibu… Kasih sayangnya yang tak terbatas… Cintanya yang tak terbatas… Pengorbanannya yang tak terbatas… Menggugurkan ribuan alasan untuk tidak memuliakannya…

Wahai sahabat, bersyukurlah kita yang masih memiliki orang tua… Selagi mereka masih hidup, muliakanlah mereka… Ciumlah tangannya dengan penuh rasa cinta…

Mumpung beliau masih hidup!!!

Jagalah hatinya… Hormatilah dirinya… Cintai lah dirinya…

Mumpung beliau masih hidup!!!

Lindungilah dia… Bahagiakan lah dia… Jangan kau sakiti hatinya….

Muliakan lah ibu mu, jika kau ingin sukses dunia dan akherat… !!!

Allahummaghfirli waliwalidayya warkhamhuma kamaa rabbayani saghira.. 

Semoga kita termasuk golongan orang2 yang memuliakan orang tua kita… Amin..

Samarinda, 300809 09:13 

*inspired by Ustadz Yusuf Mansyur @Metro TV*

 

winner

Hai… Gimana puasa ramadhan nya??? Mantapz??? :)

Setelah posting persiapan Ramadhan, skarang aku mau share “secuplik” informasi tentang Ramadhan lagi… Banyak masyarakat di sekitar kita, malah mungkin kita sendiri, ngerasa lemes di bulan Ramadhan, vitalitas kerja menurun, badan nge drop dan akhirnya produktivitas menurun… Kalo kita pelajari sejarah2, ternyata justru di bulan Ramadhan ini banyak sekali kemenangan2 yang di raih. Nih contohnya

  • 17 Ramadhan 2H, Perang Badar Al Kubra, Perang antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy. Menurut Ibnu Hisyam, perang ini merupakan kemenangan perdana antara kaum muslimin dengan kaum musyirikin. Pada pertempuran ini, jumlah kaum muslimin 313 orang dan kaum musyrikin 1000 pasukan, suatu perang yang tidak seimbang secara kuantitas pasukan. Dan alhamdulillah, kaum muslimin pun menang..
  • 1 Ramadhan 8 H, Futuh Makkah (Penaklukan Makkah) Rasulullah bersama 10000 kaum muslimin menaklukkan Makkah dengan penuh kedamaian
  • Ramadhan 10 H, Rasulullah mengutus pasukan dibawah pimpinan Ali Bin Abi Thalib ke Yaman untuk membawa surat Nabi. Satu suku yang berpengaruh di sana dan dengan tanpa paksaan langsung menerima dan masuk Islam pada saat itu juga dan langsung shalat berjamaah bersama Ali Bin Abi Thalib.., Subhanallah
  • Ramadhan 92 H, Panglima Thariq bin Ziyad bersama 7000 pasukannya menyebrangi Selat Giblartar demi menaklukkan Andalusia, Spanyol. Setelah armada nya tiba di tepi pantai, panglima Thariq memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal2 yang menyeberangkan mereka. Beliau mengatakan “Kita Datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan, menaklukkan negeri ini dan menyebarkan Islam disini, atau mati (syahid)”. Alhamdulillah atas ijin Allah, 7000 pasukan muslimin (ditambah 5000 pasukan susulan) berhasil menaklukkan 100.000 pasukan musuh. Subhanallah
  • Ramadhan 584 H, Dimana Shalahudin Al Ayubi berhasil memenangkan perang Salib di eropa. Di peperangan ini, Raja Richard (pimpinan pasukan Salib), bertekuk lutut di hadapan Shalahudin Al Ayubi yang gagah perkasa
  • 17 Agustus 1945 / 9 Ramadhan 1364 H Proklamasi kemerdekaan negara Indonesia. Nah loh.. :D

 

Nah, banyak tho contoh2 kemenangan akbar yang terjadi di bulan suci ini. :) Lantas, apa kita masih tetap menurunkan produktivitas kita di bulan yang mulia ini??? Rugi cuy!!! Yakinlah, Allah Maha segalanya. Atas seijin nya, tidak ada yang mustahil di dunia ini… Kalau badan ngerasa lemas, lesu, loyo, mintalah kekuatan dan semangat dari Allah. Toh, memang hanya DIA lah yang Maha Memberi Kekuatan.. So, buat mahasiswa2 yang belum lulus TA, sok atuh raih kemenangan TA di bulan ini… ;)   Buat temen2 yang dikejar target, ayo lah lampaui target itu di bulan ini… Yeah… Raihlah kemenangan di bulan ini… Raihlah kemenangan yang hakiki… Kemenangan yang di ridhai Illahi.. :)

Selamat berjuang!!!

Nothing is impossible, if you believe in Allah

merah-putih-di-puncakDIRGAHAYU RI 64!!!

Hari ini Indonesia telah memasuki hari kemerdekaan nya yang ke 64 tahun. Kemerdekaan yang tidak dengan mudah begitu saja diraih oleh para pejuang kita. Tenaga, pikiran, harta bahkan nyawa mereka pertaruhkan untuk meraih kemerdekaan negara Indonesia. Memerdekakan negara, bukanlah salah satu impian kecil, tetapi suatu impian yang besar dan mungkin (bagi beberapa orang) hal yang mustahil. Tetapi para pejuang kita telah membuktikannya. Dengan bersemboyankan “Merdeka atau Mati”, mereka terus berpikir, bergerak dan mencari celah2 kemenangan. Dan tepat tanggal 17 Agustus 1945, ter proklamasi-kan-lah kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Kita semua sadar, bahwa meraih kemerdekaan itu tidak lah mudah. Dan sadarkah kita? bahwa kemerdekaan itu tak lepas dari peran para pemuda pada jaman itu. Pemuda yang sulit dibendung gerak langkah nya. Pemuda yang selalu siap berkorban untuk negeri tercinta.  Peran pemuda sangat lah penting bagi sebuah perubahan. Reformasi pun, tak lepas dari peran pemuda (baik mahasiswa maupun para intelektual muda).

Kita sadar, bahwa saat ini kita masih berada di “range usia” pemuda. Gelar “pemuda” masih melekat kuat pada diri kita. Lantas, apa yang akan kita perbuat? Toh kemerdekaan sudah kita raih? Sahabat, bukan meraih kemerdekaan orientasi kita sekarang, tetapi mengisi kemerdekaan. Kemerdekaan tanpa isi?? bo’ong donk. :D

Wahai pemuda, jalan kita masih panjang. Cepat atau lambat, estafet kepemimpinan institusi bahkan negeri, akan beralih ke generasi kita. Pemuda yang terkenal dengan pemikiran nya yang kritis, derap langkah nya yang optimis, pakaiannya yang klimis ;) . Isilah kemerdekaan ini dengan karya nyata dan prestasi. Mari kita berkaca pada pemuda terdahulu, dengan semangat yang luar biasa, mereka terus maju, tak gentar dengan ancaman, tak luntur dengan kegagalan. No matter what’s your profession now… mau karyawan, mau pengusaha, mau tentara, mau akademisi, sama saja. Yang penting terus gali potensi, terus evaluasi diri, dan teruslah berprestasi.  Berikanlah yang terbaik, minimal bagi diri sendiri dan lingkungan sendiri.

Wahai pemuda…
Jadilah pejuang sejati… Pejuang yang terus berprestasi dan mengharumkan nama negri…
Kobarkan semangat diri… Raih kemenangan hakiki…

Tiada Hasil Tanpa Perjuangan
Tiada Perjuangan Tanpa Pengorbanan
Tiada Pengorbanan Tanpa Kesabaran
Dan Ingat… Dibalik Kesabaran, tersimpan Kemenangan…

Tak terasa, sebentar lagi kita akan kedatangan bulan mulia, RAMADHAN.  Bulan yang penuh keberkahan, bulan puasa, bulan mendirikan shalat, bulan memperbanyak membaca Al Quran, bulan kesabaran, bulan penuh kasih sayang, bulan yang penuh rahmat dan maghfirah, bulan pembebasan dari api neraka, bulan segala amal kebajikan dilipatgandakan dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do’a dikabulkan dan derajatnya ditinggikan. Subhanallah, sungguh mulia bulan RAmadhan ini. :)

 

ramadhan
Rasulullah pun berdo’a kepada Allah (more…)

Logo SEFT Biru

Kali ini aku mau sharing tentang “secuil” ilmu tentang SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique). SEFT merupakan salah satu terapi “mudah” yang bertujuan untuk lebih dapat mengontrol emosi diri, menghilangkan fobia terhadap sesuatu hingga ke penyembuhan penyakit fisik. Terapi ini saya bilang “mudah”, karena pada terapi ini, kita tidak menggunakan alat apapun, hanya bermodalkan tapping 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) beserta keyakinan pada Sang Illahi. Sistem terapi yang ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin ini dapat dilakukan sendiri baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Terapi Tapping sebetulnya sudah ditemukan sejak tahun 60 an oleh para pakar pshycology, dan seiring berjalannya (more…)

Lama sudah tidak posting di blog ini..

ahmadKali ini aku akan menceritakan sosok manusia yang cukup penting dalam perjalanan hidupku di Balikpapan ini.. Ahmad namanya.. Beliau dipercaya oleh BlueBird (tempat perusahaan ku menyewa mobil) to drive for me wherever I want.. Yapz, semenjak bulan April lalu, Ahmad adalah orang terdekat dengan ku, karena kemanapun aku pergi, dia slalu ada di sampingku (hayah…. Hahaha..).

Pria berbadan “rada” kekar, berkulit legam dan gundul ini sangat sigap dalam mengendarai mobil yg aku tumpangi. Tiap aku perlu dia, jam berapapun aku perlu mobil, dia pasti menjawab “oke mas”. Luar biasa…

Pria yang menguasai informasi tempat2 di Balikpapan ini slalu ceria dan energik. Pada saat aku merenung sendiri di mobil, ceplosan ringan nya, membuat ku kembali konsentrasi dan menjauh dari renungan. Tak heran jika suasana hangat selalu kurasakan dalam setiap perjalanan ku bersamanya. Bahkan ketika pulang meeting dengan pikiran yang suntuk, dapat hilang sejenak dalam perjalanan ku kembali ke kosan.

Tapi sayang, semua itu tinggal kenangan, semenjak 1 Agustus 2009, pria yang menguasai mesin mobil ini resmi di pinang oleh Sclumberger untuk support mobilisasi karyawan Sclumberger. Berat rasanya melepas si Ahmad ini, tapi apa daya, rejeki dia lebih besar di sana… Hufff… Ada satu keinginan yang belum terealisasikan dengan beliau, perjalanan Balikpapan-Banjarmasin-Palangkaraya bersama… :(

Slamat bertugas pak Ahmad… Smoga sukses selalu…

Tak terasa, hampir 2 bulan tinggal di Jakarta kemaren. Sebagai manusia normal yang dibekali pikiran dan perasaan, banyak hal-hal baru yang kupelajari disini. Salah satu nya adalah memperhatikan jalan-jalan di kota yang mengikrarkan diri sebagai “Service City” ini.

5 hari dalam seminggu, 2 kali dalam sehari, aku selalu melewati jalan-jalan normal berangkat kerja (Sunter-Sudirman). Saking jarang nya kemana2, tahu nya ya cuman jalan2 itu melulu. Ketika ada yang ngajakin, “ke sini yukz…”, pertanyaan “Dimana itu?? Naik apa aja kesana nya???” menjadi jawaban rutin yang bisa ditebak oleh lawan bicaraku. Bosan dengan “ke apatisan ku”, suatu hari kuberanikan diri untuk bersepeda keliling kota Jakarta. Diawali (more…)

Alkisah (halah…. :D ), di suatu Taman Kanak Kanak, seorang ibu guru, memerintahkan murid2 nya untuk menggambar… Dengan sangat gembira sejahtera adil makmur sentosa, murid2 TK pun, menyambut tugas ibu guru ini. Segeralah mereka melenggak lenggokkan crayon warna warni nya pada selembar kertas… Dia mengamati muridnya satu persatu dari meja ke meja… Ibu guru sangat senang melihat antusiasme murid2 nya ini… Ada yang menggambar pemandangan, perkotaan, sampai disain sebuah software (hayah… ini mah lebay….)

Tiba2, mata belok si ibu ini, tertancap pada seorang anak kecil yang hanya (more…)

Next Page »